Indonesia Butuh Pemimpin Yang Berbudaya

Indonesia Butuh Pemimpin Yang Berbudaya

Yogyakarta, www.jogjatv.tv –Kepemimpinan di Indonesia menjadi sebuah perbincangan menarik dalam temu alumni pelatihan Civil Education For Future Indonesia Leader atau cefil satu nama. Pendiri Institute Ma-Arif –Ahmad Syafi’i Ma’arif optimis dalam waktu dekat banyak bermunculan pemimpin muda berbakat untuk memulihkan Indonesia.

Kemunculan Joko Widodo dalam pemilihan gubernur DKI tak hanya mensuplai energi bagi masyarakat yang sudah jenuh dengan aksi pemimpin-pemimpin saat ini, namun juga menyadarkan masyarakat tentang keberadaan sosok pemimpin sejati. Berkiblat pada Undang Undang Dasar, budaya politik Indonesia masih terikat pada sub kultur bangsa yang tidak seiring dengan kehendak Undang-Undang Dasar yang telah disusun secara nasional. Budaya politik indonesia masih sangat lemah dalam berfikir dan bertindak dialektis, sehingga berakibat merusak persatuan nasional. Ini terlihat di era presiden Sukarno dan Suharto yang karirnya berakhir tragis dan dramatis, karena munculnya budaya libas habis dan balas dendam. Dalam paparannya, Syafi’i Ma’arif berpendapat tentang 3 sosok tokoh yang pantas dijadikan pemimpin nasional, yakni BJ Habibi, Jusuf Kalla, dan Bung Hatta karena memiliki karakter kuat.

Tak hanya menghadirkan Syafi’i Ma’arif, temu alumni tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh penting lainnya seperti, Ifdal Kasim-Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia , Chusnul Mariyah, mantan anggota KPU, Leonard Imbiri, Sekretaris Dewan Adat Papua, serta Joaquim Da Costa Freitas-Staf Ahli Kementrian Pemuda Dan Masyarakat Sipil Timor Leste. (Ernyta-Andri)

JogjaTV





ShortURL: http://cefil.info/?p=80 |