Kepemimpinan Sipil Jauh Lebih Siap dari Militer

Kepemimpinan Sipil Jauh Lebih Siap dari Militer

Direktur Yayasan Anak Dusun Papua (Yadupa) Leonard Imbiri dikenal sangat memahami persoalan Papua. Leo, panggilan akrabnya, juga aktif mengkomunikasikan persoalan papua dengan cara fasilitatif kepada banyak orang dengan latar belakang berbeda, termasuk pemerintah. Menurut dia, persoalan atau konflik yang terjadi di Papua akibat masyarakat dan Pemerintah tidak saling percaya. Selain itu, pemerintah sendiri belum mempunyai grand design dalam penyelesaian persoalan Papua. Demikian wawancara I Gede Edy Purwaka dari SATUNAMA dengan Leo menjabat sebagai Sekretaris Umum Dewan Adat Papua.

Karakter kepemimpinan Indonesia  yang paling sesuai menurut anda ?

Hal paling hakiki dari masyarakat adat dalam relasinya dengan alam. Sikap menghormati dan menghargai dan melihat semua hal baik  dari alam atau lingkungan dimana dia berada. Saya pikir itu inti pertahanan, moralitas yaitu keseimbangan hidup dengan alam.  Pemimpin di Indonesia harus sinergi dengan alam.

Bangsa akan rusak jika pemimpin rakus dan menjual alam di Indonesia untuk kepentingan individu atau kelompok, menurut saya, pemimpin masa depan harus menghargai kesederhaan dan memberikan hidupnya kepada rakyat dengan menghargai kearifan lokal  dan tidak memaksakan kepentingan umum yang kosong.

Pemimpin yang memberikan hidupnya kepada rakyat berasal dari mana ?

Militer tidak memiliki budaya itu saat ini. Doktrin militer tentang kesatuan dan pemahaman tentang identitas lokal  terbatas. Untuk memperbaiki Indonesia bisa dari tokoh intelektual, tokoh lsm, tokoh agama.

Dengan kompleksitas Indonesia, apakah tokoh tersebut mampu membawa Indonesia lebih baik ?

Semua warga memiliki hak yang sama dan harus diberi peluang, kemampuan mereka tidak kalah. Telah banyak pemimpin sipil dewasa ini yang bisa menunjukkan kemampuan mereka. Saya tidak percaya dengan pandangan bahwa kepemimpinan masyarakat sipil belum siap. Menurut  kepemimpinan sipil  jauh lebih siap

Hal apa yang masih perlu diperkuat dari kepemimpinan sipil ?

Yang paling penting adalah rekayasa panggung yang cukup. Kalau masyarakat sipil mau memiliki pemimpin yang mereka harapkan,  masyarakat harus mengkreasi panggungnya.  Sehingga dengan panggung yang dikreasikan ini akan muncul pemimpin yang berkualitas untuk meyakinkan masyakat di Indonesia. “panggung”  dalam hal ini panggung adalah pertemuan –pertemuan seperti ini  untuk mempromosikan pemimpin baru yang memiliki integritas, konsistensi dan pikirannya didukung oleh masyarakat.

Yang paling mendesak untuk diselesaikan?

Budaya politik dan hukum yang bobrok perlu diperbaiki, perlu kepemimpinan yang dapat memberi teladan.  Harapan saya kegiatan seperti ini  diteruskan karena dapat bermanfaat untuk memperkuat kepemimpinan Indonesia masa depan.





ShortURL: http://cefil.info/?p=73 |