Alumni CEFIL Aceh Gelar Diskusi Islam dan Demokrasi



MEULABOH – Alumni Civil Education for Future Indonesia Leaders (CEFIL) atau yang dikenal dengan Alumni Pendidikan Pemimpin Masa Depan yang berbasis masyarakat sipil asal Aceh menggelar diskusi bertajuk “Penerapan Demokrasi di Aceh Berlandaskan Syariat Islam”.

Acara berlangsung di Join Kupi, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu, 29 September 2012. Kegiatan tersebut dibuat untuk mengukur serta membuka ruang gerak demokrasi di Aceh tanpa memojokkan pelaksanaan syariat islam yang diberlakukan di Aceh saat ini.

Oma Arianto, saat memberikan materi diskusi mengatakan selama ini pemberlakuan syariat islam di Aceh sering mendapat respon negatif di negara Eropa. Menurutnya perspektif syariat islam di Aceh terlihat mengerikan.

“Padahal tidak demikian, karena apa yang diajarkan dalam islam selama ini cukup demokratis,” katanya.

Bahkan katanya penghormatan hak-hak asasi yang diatur dalam islam lebih tegas dan terarah, baik dalam penerapan hukumnya maupun dalam pelaksanaannya. Namun, karena namanya yang berbeda, di mana demokrasi dan HAM lahir dari barat, sehingga kedua aspek tersebut tidak bisa diterima kalangan islam karena dianggap ideologi barat.

Oma juga menjelaskan, istilah demokrasi bisa dicari namanya yang sesuai dengan istilah islam. Misalnya kata demokrasi diganti dengan kata syuroh atau bermusyawarah, atau dengan istilah lain. Sehingga nilai-nilai demokrasi bisa diterima oleh seluruh umat islam maupun dunia.

“Yang penting bagaimana penerapan demokrasi berlandaskan syariat islam tersebut bisa diterapkan dengan baik, tanpa adanya kepentingan politik, sehingga Aceh bisa menjadi model penerapan demokrasi yang berlandaskan syariat di dunia,”

Sementara itu T Irwansyah, aktivis Yayasan Pengembangan Kawasan (YPK) Meulaboh, selaku narasumber dalam acara diskusi tersebut mengatakan terjadinya pertentangan istilah demokrasi di Indonesia akibat doktrin dunia barat terhadap islam sangat buruk.

Ia mencontohkan label teroris yang dikaitkan dengan islam merupakan provokasi dari barat, padahal menurutnya islam justru telah lebih dulu mengajarkan tentang islam.

“Untuk itu saat ini bagaimana cara memberikan pemahaman pada masyarakat dunia bahwa islam itu cukup demokratis, seperti yang diatur dalam Al Quran, islam sudah melaksanakannya bahkan Aceh sudah melaksanakan semua itu,” katanya.

Acara diskusi ini digelar secara serentak oleh alumni CEFIL di seluruh provinsi di Indonesia.[] (ihn)

 

http://atjehpost.com/read/2012/09/29/22547/47/6/Alumni-CEFIL-Aceh-Gelar-Diskusi-Islam-dan-Demokrasi





ShortURL: http://cefil.info/?p=57 |